Sunday, 10 October 2010

Ini bukan perang kita,Mengapa kita harus jadi korban???

Dari sejarah kita tahu,yang bermula mentrigger perang dunia II(PDII) adalah serangan kolosal 353 pesawat pesawat tempur jepang ke pangkalan laut Ameerika di Pearl Harbour,Hawai pagi hari 7 Desember 1941.Setelah serangan ini,esok harinya Amerika secara resmimengumumkan perang terhadap jepang yang kemudian menjadi awal dari rangkaian PDII.Bisa jadi jepang juga akan mentigger"Perang DuniaIII"lagi,tetapi kali ini tidak dengan serangan militer,tetapi dengan intervensi finansial.
Gejala gejala perang didunia finansial saya coba bandingkan dengan ukuran harga dinar tgl24 agustus 2010 yang berada diangka USD.1226/oz.kini tidak sampai enam minggu kemudian harga emas berada dikisaran USD1.349/oz.Harga ini kemungkinan terus naik karena "perang "baru saja dimulai

Adalah jepang yang memulainya secara terbuka melalui menteri keuangannya YOSHIHIKO NODA yang baru baru inimengumumkan bahwa bahwa mereka akan melakukan decisive step termasuk intervention bila perlu terhadap foreign exchange market. Karena intervensi ini tidak pernah dilakukan jepang dalam enam tahun terakhir,maka tidak heran bank bank central lainnya tentu mulai pasang kuda-kuda terhadap deklarasi jepang ini.

Diantara negara -negara yang akan terkena serangan jepang ini langsung maupun tidak langsung ada yang meresponnya dengan diam diam seperti yang dilakukan SWISS NATION BANK dengan membeli milyaran euro agar nilai tukar swiss franc terhadap euro rendah-agar ekonominya tetap kompetitif.Ada pula yang mulai meangkatnya menjadi issue serius dan provokasi terbuka seperti yang dilakukan Chinadan Amerika.

Apa dampak dari perang terbuka didunisa finansial ini bagi kehidupan ekonomi kita??Saat ini pasar uang dunia nilainya sekitar USD 1 TRILYUN per hari,Sedangkan nilai kapitalisasi stock market diseluruh dunia totalnya sekitar USD 36 TRILYUN.Artinya bila seluruh nilai saham yang diperdagangkan didunia dikumpulkan jadi satu ini hanya setara dengan 9 hari perdagangan dipasar uang.

Nah sekarang pasar uang yang juga merupakan pasar terbesar di dunia tersebut rame rame di intervensi oleh berbagai kekuatan besar yaitu bank bank central masing masing negara dengan saling menurunkan daya beli uangnya agar lebih competitive ekonominya satu sama lain,maka bisa dibayangkan dampak kerusakan yang bisa ditimbulkannya.
Dalam skala sangat mikro saja,persaingan antar tukang cukur bisa berakibat konyol pada para pelakunya.Apa jadinya bila hal ini dilakukan oleh para pengelola mata uang fiat dunia.
namun kekonyolan ini tidak akan nampak bila kacamata yang kita gunakan adalah sesama uang fiat,ketika uang fiat-uang fiat tersebut tenggelam bersama-maka hanya kacamata emas/dinar yang bisa melihat bahwa uang fiat sedang tenggelam.Hari hari ini misalnya kita melihat harga emas melejit dan sempat diperdagangkan diatas USD1.350/oz

Bersamaan dengan tenggelamnya daya beli uang fiat,seluruh asset kita yang dinilai dalam denominasi mata uang fiat ikut pula tenggelam Asset asset ini(baik dalam USD,maupun dalam rupiah dan mata uang kertas lainnya),bisa berupa dana pensiun,nilai asuransi,nilai saham,deposito,reksadana,tabungan dan berbagai asset lain yang tidak bernilai intrinsik.

"PDIII"didunia finansial tersebutakan menghancurkan asset finansial kita semua,tetapi insya alloh tidak akan menyentuh asset basset fisik seperti rumah,tanah,kebun,ternakdlsb dan tentu juga tidak menyentuh emas/dinar dan perak/dirham

Lantas bagaimana agar kita tidak menjadi korban "PDIII" tersebut diatas???..pertahankan seminimum mungkin asset yang bersifat finansial semata -sebatas seperlunya.selebihnya amankan asset atau investasi sektor riil yang nilainya ditentukan oleh intrinsiknya,asset yang nilainya tidak bisa menjadi target dalam peperangan finansial yang nampaknya telah dimulai.
Kita tidak perlu terlibat dalam perang global didunia finansial ini dan tentu saj tidak mau menjadi korbannya...insya Alloh.
reviuw gerai dinar.com

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More